HIDUP HEMAT YANG MEMBAWA BERKAT

Artikel 2

 
HIDUP HEMAT YANG MEMBAWA BERKAT

Ingin punya rumah sendiri? Bagaimana dengan mobil atau motor pribadi
milik sendiri? Mungkin Anda juga ingin berlibur bersama keluarga
atau teman ke tempat yang istimewa? Mengapa tidak? Semua ini berada
dalam jangkauan tanpa harus berhutang jika kita bisa hidup hemat.
Bagaimana caranya? Simak yang berikut.

BAGAIMANA HIDUP HEMAT?

Hemat bukanlah pelit. Hemat memiliki konotasi yang positif dan
memiliki tujuan yang positif juga tanpa harus `menyiksa’ diri
berlebihan.

Cukup. Dua bulan lalu Heri menikahkan anak perempuannya. Sang anak
dan calon menantu sebenarnya sudah menentukan tempat yang akan
mereka gunakan untuk merayakan pernikahan, yaitu di sebuah gedung.
Namun, karena permintaan dari warga kampung setempat, Heri juga
mengadakan pesta tiga hari tiga malam untuk sang anak bagi warga
kampung di rumahnya. Sang anak dan calon menantu setuju saja asalkan
tidak mengganggu kocek mereka karena dana mereka sudah difokuskan
untuk menikah di gedung dan rencana lainnya. Jadi, dana harus keluar
dari kocek Heri, yang penghasilannya tidak tetap dari membantu orang
lain dalam urusan administrasi pelaksanaan proyek-proyek tertentu.
Heri, “memutar otak” untuk bergerilya mencari pinjaman guna
merayakan pesta pernikahan anaknya. Ia mendatangi beberapa kerabat
dan kenalan untuk mendapatkan pinjaman. Hasilnya? Ia hanya
mendapatkan separuh dari anggaran yang dibutuhkan. Pesta tiga hari
tiga malam tersebutpun akhirnya bisa dilakukan dari uang pinjaman
kiri kanan dan menjual motornya. Setelah pesta, Heri harus memutar
otak lagi bagaimana membayar hutang yang menumpuk. Hidupnya tidak
tenang. Anda benar. Masalah ini sebenarnya tidak harus ada jika Heri
mau hidup cukup tanpa harus menjaga `gengsi’ untuk mengikuti kemauan
orang-orang sekitarnya. Pelajaran dari kasus Heri: hiduplah cukup
sesuai dengan penghasilan yang kita miliki agar kita bisa hidup
tenang.

Tujuan. Selain hidup cukup (tidak berlebihan), untuk hidup hemat
kita perlu memiliki tujuan dalam mengelola keuangan kita. Dengan
tujuan ini, kita akan lebih termotivasi untuk hidup hemat. Tujuan
ini juga membantu kita dalam memutuskan kemana saja penghasilan kita
harus kita alokasikan, pos-pos keuangan apa saja yang perlu diisi,
dikurangi ataupun ditambah. Jadi, tujuan akan membantu kita untuk
melangkah dengan bijak dalam mengeluarkan dana. Namun, kita juga
harus menentukan tujuan dengan bijak. Tetapkan tujuan yang tidak
terlalu tinggi ibarat pungguk merindukan bulan. Tetapkan tujuan yang
kiranya wajar untuk kita capai dalam kurun waktu tertentu yang kita
tetapkan sendiri (attainability). Selain itu, kita juga harus
bersikap konsisten dalam mengayun langkah mencapai tujuan tersebut.
Pastikan tujuan itu benar-benar hal yang ingin kita raih, sehingga
kita tidak mudah berganti tujuan yang bisa mengacaukan anggaran dan
rencana keuangan kita. Jika memang tujuan ini menuntut kita untuk
mengubah kebiasaan tertentu, kita perlu lebih fokus lagi dalam usaha
kita untuk berubah, dan kita perlu juga melakukan hal ini secara
konsisten untuk tercapainya tujuan yang kita tetapkan.

Anggaran. Setelah tujuan kita tetapkan, kita bisa melangkah ke tahap
berikutnya, yaitu membuat anggaran. Anggaran akan membantu kita
sebagai tuntunan dalam membuat keputusan keuangan yang bijak. Dengan
anggaran, pengeluaran kita bisa lebih terkendali. Anggaran juga
membantu kita untuk melihat dimana saja kebocoran-kebocoran keuangan
yang terjadi, sehingga akan lebih mudah bagi kita untuk
memperbaikinya di kemudian hari. Kita juga bisa memanuver tindakan
kita jika kita bisa menghemat di pos anggaran tertentu, sehingga
kita bisa melakukan subsidi silang atau subsidi untuk keperluan
lainnya yang mendadak yang tidak ada dalam pos anggaran kita.
Anggaran ibarat peta keuangan bagi kita. Jika kita tersesat, kita
bisa sadar kalau kita tersesat dan bisa melihat kembali peta
tersebut untuk mengkoreksi langkah kita sehingga bisa kembali ke
jalan yang sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, atau
mencari jalan lain sebagai jalan alternatif namun tetap mengarah
pada tujuan semula. Yang perlu diingat, dalam menyusun anggaran,
alokasikan dana yang cukup (jangan kurang, tetapi juga jangan
terlalu berlebihan). Jika ternyata masih ada kekurangan, kita bisa
memikirkan untuk mencari penghasilan tambahan dengan usaha dari
rumah atau usaha sambilan yang bisa dikerjakan setelah jam kantor
atau pada akhir pekan.

YANG BISA DIHEMAT

Lalu, apa saja yang bisa kita hemat, agar tujuan cepat tercapai dan
anggaran bisa diterapkan dengan konsisten.

Hiburan. Semua orang pasti butuh hiburan setelah bekerja seminggu
penuh atau sebulan penuh. Jika kita biasanya pergi bersama teman
ataupun keluarga ke kafe, restoran favorit atau ke tempat hiburan
lainnya setiap dua hari sekali, atau seminggu sekali, mungkin kita
bisa memikirkan untuk melakukannya dengan frekuensi yang lebih
rendah: dari tiga hari sekali menjadi seminggu sekali, atau dari
seminggu sekali menjadi dua kali dalam sebulan atau satu kali dalam
sebulan. Selain frekuensi, kita juga bisa menghemat dalam jumlah
dana yang dialokasikan. Jika sekali pergi ke restoran kita
mengalokasikan dana Rp. 100.000, kita bisa mencoba untuk mengurangi
menjadi Rp. 75,000? Jika kita hitung di akhir bulan, kita akan kaget
berapa banyak yang bisa kita hemat untuk keperluan yang lebih
penting dan mendesak.

Pakaian dan Perhiasan. Memang senang untuk memakai pakaian dan
perhiasan bermerek yang harganya juga `bermerek’. Jika memang kita
adalah orang yang senang dengan pakaian atau perhiasan bermerek,
pastikan apa yang Anda beli tidak sekali pakai saja, tetapi bisa
dipadu padankan dengan pakaian dan perhiasan lain, sehingga
manfaatnya lebih tinggi. Selain itu, frekuensi untuk membeli
perhiasan bermerek bisa kita kurangi. Jika tadinya kita membeli
pakaian sebulan sekali, mungkin kita bisa mengurangina menjadi tiap
dua bulan, atau tiga bulan sekali. Selain frekuensi kita juga bisa
memilih waktu pembeliannya. Biasanya barang-barang bermerek ada
waktu `sale’ karena akan berganti musim atau berganti stok barang.
Jadi, perhatikan waktu `sale’, karena membeli dengan potongan harga
bisa menghemat cukup banyak.

Kebutuhan Harian. Selain makanan dan pakaian serta perhiasan, kita
juga bisa melakukan penghematan dari kebutuhan rutin atau harian.
Yang pertama adalah dari belanja rutin keperluan rumah tangga.
Seringkali jika kita pergi ke supermarket atau ke pasar untuk
belanja rutin, kita sering memasukan juga barang-barang yang tadinya
tidak kita perlukan. Pastikan jika kita pergi belanja, kita membawa
daftar barang-barang yang benar-benar kita perlukan, untuk
menghindari terjadinya kebocoran anggaran. Selain belanja rumah
tangga, yang bisa kita hemat dari kebutuhan sehari-hari adalah
rekening listrik ataupun air. Jika memang ada lampu atau alat
listrik yang tidak dipakai, pastikan bahwa alat listri atau lampu
tersebut dalam keadaan mati, misalnya: kamar mandi, gudang, garasi,
dapur, atau ruang-ruang lain yang pemakaiannya hanya sebentar saja.
Demikian pula dengan AC dan kipas angin yang tidak dipergunakan,
sebaiknya kita matikan saja. Di akhir bulan kita juga bisa tersenyum
dengan penghematan yang berhasil kita lakukan, sehingga dana bisa
dialokasikan untuk keperluan lain.

Hidup hemat perlu tujuan, rencana dan konsistensi dalam
pelaksanaannya. Namun, jika ini bisa kita lakukan, segala sesuatu
yang kita inginkan pasti berada dalam jangkauan kita. Selamat hidup
hemat dan selamat menikmati hidup yang lebih berkualitas. Sukses
untuk kita semua.

 

Sumber: http://finance.groups.yahoo.com/group/Advertising_Indonesia/message/3835

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s